Bulan ramadhan yang penuh berkah memang sebaiknya tidak digunakan untuk tidur melulu, karena pada bulan ini Allah melipat-gandakan pahala bagi orang yang beriman. Nah, berbekal dari dasar itulah, pagi ini Madrasah Aliyah Ibnu Husain membuat program pelatihan penggunaan tenses. Dimulai dari tenses yang paling dasar, simple present. Pelaksanaannya dilakukan di masjid sekolah, digabung dengan murid madrasah tsanawiyahnya. Untuk tutor, Mr. Joko dan Mr. Iqbal dibantu oleh Mr Arif dan Ustad H Nur Cholis.
Kenapa harus ada pelatihan tenses? Secara, bahasa Inggris itu kan bahasa internasional jadi sekarang setiap murid harus bisa berbahasa inggris. Mungkin teorinya sudah banyak yang bisa, tetapi prakteknya susah cuy!!!. Otak sama mulut kadang ga nyambung. Yang dipikir apa, yang keluar apa, kadang ga sama.
Metodenya ternyata sederhana, bukan menggunakan alat-alat canggih seperti lab bahasa atau proyektor yang harganya selangit, tapi hanya kertas buffalo bermacam warna yang dipotong ukuran 20 x 10 cm.
Nah setiap murd dibagi perkelompok yang tiap kelompok isinya 5 orang. Sebelum mulai, Mr. Joko memberikan pengarahan dengan menanyakan warna-warna kertas buffalo kepada para siswa. Bukannya kenapa, mayoritas murid Ibnu Husain kan keturunan Madura yang kadang mengalami salah persepsi soal warna. Warna biru dibilang hijau dan warna hijau dibilang biru, lucu kan, hehehe. Tapi itu cuman kebiasaan penyebutan yang tidak sesuai dengan orang kebanyakan. Sama seperti orang Amerika meenyebut jam 1.30 dengan one thirty sedang orang British dengan half past one. it doesn’t matter as long we can understand. Itulah khazanah budaya Indonesia cuy…balik ke pelatihan, setelah ngelantur kemana-mana. Saat pelatihan Mr. Joko bilang ke murid-murid semuanya, 1 orang dalam kelompok atau pemimpin kelompok mengatakan “i give you a red card” kepada anak yang disampingnya. “Yang disamping begitu menerima kartu langsung bilang, You give me a red card.” ujar Mr. Joko berapi-api. Nah begitu seterusnya sampai anak kelima dan kembali ke anak pertama. Mudah kan cuy, tapi coba kalau ngomong bahasa Inggris sambil menatap orang yang ngomong (ceileee…, kayak mau nembak cowok atau cewek aja, hehehe), apalagi ngomong di depan sambil diliatin guru-guru dan murid yang lain, pasti keder. Nah pelatihan ini termasuk melatih mental dan spirutal supaya bisa lancar berbahasa Inggris. Masa mo ngomong sama turis harus ditulis atau liat kamus dulu, kan ga lucu…yang jelas, pelatihan ini dibuat agar murid-murid Ibnu Husain mampu mengadapi persaingan global di masa yang akan datang. Let’s face this world guys, i love you full, hahahaha.


